Teleconference Sebagai Upaya Penanaman Nilai - Nilai Organisasi
Teleconference Sebagai Upaya Penanaman Nilai - Nilai Organisasi
Pada prinsipsinya teleconference adalah suatu komunikasi dari satu pihak dengan pihak yang lain untuk menyampaikan suatu pesan. Pesan yang disampaikan oleh pemberi pesan diharapkan dapat diterima baik oleh penerima pesan.
Dengan teleconference pesan yang disampaikan dapat ditangkap seketika itu juga oleh penerima pesan, karena dengan teleconference akan bersifat tanpa jarak dari segi waktu dan tempat antara pemberi pesan dan penerima pesan. Tiadanya jarak dari segi waktu dan tempat dalam komunikasi gunya penyampaian suatu pesan menjadikan teleconference sebagai trend komunikasi yang bersifat kekinian yang tercipta sebagai hasil karya cipta ilmu pengetahuan canggih yakni teknologi informasi,sekaligus sebagai cipta karya budaya milinial yang serba teknologi canggih dan sofiscated.
Dalam berkomunikasi dengan penggunaan model teleconference selain sebagai simbul budaya yang bersifat ngetrend sehingga banyak dibangun Commad Centre juga sebagai citra diri sebagai pihak yang mempunyai nilai tanggap teknologi informasi alias tidak gagap teknologi di zaman serba teknologi atau dengan istilah yang ngetrend Tidak Gaptek.
Suatu organisasi yang baik dan modern harus mampu menangkap perkembangan budaya khususnya teknologi informasi termasuk diantaranya teknologi teleconference dengan cepat dan tepat, karena dengan kemampuan suatu organisasi memanfaatkan perkembangan teknologi informasi yang begitu canggih akan mendapatkan nilai guna bagi organisasi yang luar biasa,khusysnya bagi pengembangan dan penanaman nilai nilai organisasi.
Dalam kajian manajemen modern, pemanfaatan model komunikasi teleconference akan menjadikan suatu organisasi dapat ditempatkan pada tataran atau jajaran sebagai organisasi yang baik dan modern, mengingat dengan teleconference akan menjadikan kata kunci efektivitas dan efisiensi sebagai tolok ukur jati dirinya.
Efektivitas dan efisiensi komunikasi dengan teleconference selain menyangkut jarak dan waktu, juga hal2 lain seperti pada masalah penggunaan anggaran atau biaya, barang atau material dan SDM. Selain unsur unsur organisasi sebagai penopang aktivitas organisasi tersebut juga fungsi fungsi manajemen dalam organisasi sedapat mungkin terlaksana secara efektif dan efisien yakni dalam fungsi fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasannya.
Idealitas organisasi yang dapat ditata kelola secara efektif dan efisien pada unsur unsur suatu organisasi yakni SDM, barang atau material dan uang atau anggaran dan pada fungsi fungsi manajemen organisasi yakni perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan tersebut, akan menjadikan suatu organisasi lebih mudah menggapai visi dan misi organisasi, berdasar grand desain organisasi yang telah didesain, tujuan dan strategi organisasi serta upaya penanaman nilai nilai organisasi yang dilakuan dengan pendekatan filosofi efisiensi dan efektivitas yakni salah satunya dengan model komunikasi teleconference.
Idealitas nilai nilai organisasi amat penting, namun perlu strategi yang tepat guna penanaman nilai nilai organisasi guna penanaman nilai nilai organisasi secara efektif, efisien dan masiv.
Nilai nilai organisasi yang perlu ditanamkan bisa yang bersifat idealitas seperti filosofi dasar organisasi, prinsip2 keadilan, kepastian, kemanfaatan, kedisplinan, kejujuran, demokrasi, transparansi, kebijakan, kebenaran, kesetiaan, kepatuhan, kesabaran, kerjasama, gotong royong, soliditas, kesetiakawanan, kebersamaan dan lain lain atau yang bersifat empiris pragmatis seperti sistem kerja, pedoman kerja misal tata cara kerja, prosedur kerja, hasil atau out put kinerja, sasaran kerja,target kerja , standar efisiensi dan efektivitas pada unsur unsur organisasi dan fungsi fungsi manajemen.
Dengan penanaman nilai2 organisai melalui model teleconference selain pemberian informasi atas nilai2 organisasi juga sebagai upaya proses perubahan kesuatu yang bersifat sebagai perbaikan, yang dalam sistem akreditasi, zone integritas dan reformasi birokrasi dengan istilah before and after. Dengan demikian penanaman nilai2 organisasi terkait dengan SDM akan terjadi suatu perubahan mindset and cultureset. Perubahan nilai2 pada pola pikir dan budaya kerja dari SDM akan menjadikan yang semula ada penghalang menjadi tidak berjarak sehingga suatu harapan dapat menjadi kenyataan.
Dengan demikian pada hakikatnya pendekatan penanaman nilai2 organisasi dengan folosofi masif, efektif dan efisien melalui komunikasi model teleconference akan dapat menstranformasikan nilai2 jati diri organisasi secara meluas, transparan, komunikatif, efektif dan efisien yang akan dapat mempermudah suatu organisasi mencapai tujuan,visi dan misi organisasi berdasar grand desain organisasi.
Hormat
Dr. H. Suharjono, S.H., M.Hum.
Salam Papua, di Papua.

